idup ini indaahh


Ikhlaskanlah hatimu untuk menerima bahwa semua kejadian diijinkan oleh Tuhan untuk terjadi... dengan niat menaikkan kelasmu.Semakin hatimu ikhlas, semakin engkau mengerti.

Rabu, 31 Oktober 2012

Sampah dari Hati


Junk of the heart is junk in my mind, 
So hard to leave you all alone.
We get so drunk that we can hardly see.
What use is that to you or me, baby?

See I notice nothing makes you shatter, no, no.
You're a lover of the wild and a joker of the heart.
But are you mine?

I wanna make you happy.
I wanna make you feel alive.
Let me make you happy.
I wanna make you feel alive at night.
I wanna make you happy
Are you a good girl through the night.

You seem to be sunk, life is no race.
When I'm not happy, I'm in disgrace.
So I spend time guessing on you, oh.
You're a lover of the wild and a joker of the heart.
But are you mine?

I wanna make you happy.
I wanna make you feel alive.
Let me make you happy.
I wanna make you feel alive at night.
I wanna make you happy
Are you a good girl through the night.

Still I notice nothing makes you shatter, no, no.
You're a lover of the wild and a joker of the heart.
And are you mine?

I wanna make you happy.
I wanna make you feel alive.
Let me make you happy.
I wanna make you feel alive at night.
I wanna make you happy
Are you a good girl through the night.

Ngutip Novel

buku BERJUTA RASANYA penulis Tere Liye
Judul : PANDANGAN PERTAMA ZALAIVA
 "Ketika paginya mereka berdua berendam dalam sejuknya air sungai di belakang peternakan. Zalaiva yang senang sekali memukul-mukul air ke arah kakeknya. Di antara percikan air yang bening, tiba-tiba menyela, "Kakek apakah cinta sesejuk air sungai ini?"   
"Ya. Cinta sejati memang seperti air sungai, sejuk menyenangkan, dan terus mengalir. Mengalir terus ke hilir tidak pernah berhenti. Semakin lama semakin besar karena semakin lama semakin banyak anak sungai yang bertemu. Begitu juga  cinta, semakin lama mengalir semakin besar batang perasaannya"
"Kalau begitu ujung sungai ini pasti ujung cinta itu?"
"Cinta sejati itu adalah perjalanan, sayang. Cinta sejati tak pernah memiliki tujuan"
"Kakek apakah cinta itu memberi, seperti yang selalu Kakek lakukan saat memberi makan ayam-ayam?"
"Tidak. Karena kau selalu bisa memberi tanpa sedikitpun memiliki perasaan cinta, tetapi kau takkan pernah bisa mencintai tanpa selalu memberi."
"Kakek, dari kota manakah cinta datang?"
"Tidak ada yang tahu, sayang. cinta sejati datang begitu saja, tanpa satu alasan pun yang jelas!"
"Kalau begitu bagaimana Zalaiva tahu itu cinta?"
"Kau akan tahu ketika ia datang. Tahu begitu saja. Dulu orang-orang menyebutnya cinta pada pandangan pertama. Cinta sejati selalu datang pada saat yang tepat, waktu yang tepat, dan tempat yang tepat. Ia tidak pernah tersesat. Cinta sejati selalu datang pada orang-orang yang berharap berjumpa padanya dan tak pernah berputus asa."
"Kelak saat kau dewasa, kau akan melihat banyak sekali orang-orang yang begitu saja jatuh cinta. Bagi mereka, cinta seperti memungut bebatuan di pinggir sungai. Banyak bertebaran. Bosan bisa dilemparkan jauh-jauh. Kurang, tinggal masukkan batu yang lain ke dalam kantong laninnya. Apakah perangai seperti itu disebut cinta? Tentu saja bagi mereka juga cinta. Tetapi ingatlah selalu Zalaiva-ku, cinta sejati rak sesederhana bebatuan."
"Suatu saat jika kau beruntung menemukan cinta sejatimu. Ketika kalian saling bertatap untuk pertama kalinya, waktu akan berhenti. Seluruh semesta alam takzim menyampaikan salam. Ada cahaya keindahan yang menyemburat, menggetarkan jantung. Hanya orang-orang beruntung yang bisa melihat cahaya itu, apalagi berkesempatan bisa merasakannya." 
Zalaiva sedih, ia jatuh cinta kepada pemuda yang baru saja ia temui, ternyata akan menikah minggu depan. Tak penting dengan siapa. Tak penting siapa wanita itu. Tak penting semua itu. Zalaiva merasa amat merana. Bohong. Kakeknya berbohong. Cinta tidak seperti air sungai, sejuk dan menyenangkan. Baginya, sekarang cinta lebih seperti moncong meriam. Sesaat lalu melontarkannya tinggi sekali hingga ke atas awan, tetapi sekejap kemudian menghujamkannya dalam-dalam ke perut bumi.
Terhempaskan.
Tidak. Cinta tidak memberikannya sepasang sayap indah. Ia bukan hanya tidak bisa terbang sekarang, untuk bergerak sedikit pun terasa menyakitkan sekali.
Zalaiva menangis dalam diam.
Cinta tidak membuat ia merasa memiliki dunia ini, ia justru merasa kehadirannya di dunia sia-sia belaka. Cinta memang lebih mirip hantu, semua orang membicarakannya, tetapi sedikit sekali yang benar-benar pernah melihatnya. Dan ketika kau melihatnya kau lari sungguh ketakutan.
Kakeknya jelas lupa mengajarkan soal akhir sebuah percintaan. Cinta sejati tidak selalu seperti musik yang membuatmu tetap menari meskipun sudah lama berhenti. Ia sekarang justru mengharapkan musik itu tidak sedetik pun pernah dimainkan.
Zalaiva merintih dalam sunyi.
Kakeknya hanya benar satu hal. Hanya satu hal. Kalian sama sekali tidak memerlukan mata untuk memandang cinta sejatimu. Tidak memerlukan kelopak mata untuk mengenalinya. Ia selalu datang, tak pernah tersesat.










Senin, 29 Oktober 2012

Pikirku

Nyata nya semua hanya dugaanku saja
Perasaan ini hanya aku saja yang rasa
Imajinasi ini hanya ada di anganku saja
Bahagia ini hanya aku saja yang berikan aku pula yang terima

Semua ini ilusi hati
Dibuat-buat sendiri
Angan-angan sendiri
Suka-suka sendiri

Tak ingin lagi ku begini karena mu
senyum karenamu
Bimbang karenamu
galau karenamu

Kali ini ku biarkan pelan-pelan pergi
Menanti esok yang tidak pasti

Selasa, 16 Oktober 2012

aku takkan pernah berhenti akan terus memahami masih terus berfikir bila harus memaksa atau berdarah untukmu apapun itu asal kau mencoba menerimaku dan kamu hanya perlu terima dan tak harus memahami dan tak harus berfikir hanya perlu mengerti aku bernafas untukmu jadi tetaplah disini dan mulai menerimaku cobalah mengerti semua ini mencari arti selamanya takkan berhenti inginkan rasakan rindu ini menjadi satu biar waktu yang memisahkan dan kamu hanya perlu terima dan tak harus memahami dan tak harus berfikir hanya perlu mengerti aku bernafas untukmu jadi tetaplah disini dan mulai menerimaku...