"...Aku sampai di bagian bahwa aku telah jatuh cinta. Namun orang itu hanya dapat ku gapai sebatas punggungnya saja. Seseorang yang hadir sekelebat bagai bintang jatuh yang lenyap keluar dari bingkai mata sebelum tangan ini sanggup mengejar. Seseorang yang hanya bisa kukirimi isyarat sehalus udara, langit, awan, atau hujan.."
Ku coba semua, segala cara. Kau membelakangiku. Ku nikmati bayangmu. Itulah saja cara yang bisa. Untukku menghayatimu. Untuk mencintaimu. Sesaat dunia jadi tiada. Hanya diriku yang mengamatimu. Dan dirimu yang jauh disana.Ku takkan bisa lindungi hati. Jangan pernah kau tatapkan wajahmu. Bantulah aku semampumu. (Rasakanlah) Isyarat yang sanggup kau rasa. Tanpa perlu kau sentuh. (Rasakanlah) Harapan, impian. Yang hidup hanya untuk sekejap. (Rasakanlah) Langit, hujan. Detak hangat nafasku. (Rasakanlah) Isyarat yang mampu kau tangkap. Tanpa perlu kuucap. (Rasakanlah) Air, udara, bulan, bintang, angin, malam, ruang, waktu, puisi. Itulah saja cara yang bisa untuk mengahayatimu, untuk mencintaimu.
Lagu dewi lestari-hanya isyarat
untuk seseorang yang pernah kucintai hanya sebatas punggungnya saja