idup ini indaahh


Ikhlaskanlah hatimu untuk menerima bahwa semua kejadian diijinkan oleh Tuhan untuk terjadi... dengan niat menaikkan kelasmu.Semakin hatimu ikhlas, semakin engkau mengerti.

Minggu, 15 Agustus 2010

Seorang Photographer

Seorang photographer dituntut untuk bisa menemukan ciri khas, style, atau character dalam setiap foto yang di buat. Hal ini menurut
sya amat sulit sekali. Sampai saya tulis artikel ini mungkin saya masih belum menemukan apa yang saya cari.
Kebanyakan dari kita, mungkin akan langsung tahu jika hasil foto beauty shot karya mas Darwis di upload hanya dengan sekilas.
Dengan kata lain mas Darwis telah berhasil menemukan character dalam setiap foto yang dia bikin.
Di era digital sekarang saya sangat salut dengan mas Rarindra. Hanya dengan sekilas saya tahu itu foto dia. Masih banyak
photographer lain seperti Mas Aryono Huboyo Djati, Mas Saelan, Mas Kenvin, Mas Freddy Kampret (ini mah temen ngejob dulu),dll yang
tidak bisa saya sebutkan satu persatu.
Beruntung saya sempat mengalami sebuah masa yang saya sebut revolusi digital dalam 1 dekade ini. Artinya saya pernah mengalami betapa sulitnya dulu kita mengontrol hasil karya kita mulai dari proses eksekusi sampai hasil cetak. Selalu saja ada yang kurang puas. Sekarang seorang photographer adalah seorang controller dengan adanya kemudahan proses post production yaitu editing di
photoshop, printing, dll.
Dengan adanya kemudahan ini maka saya mulai belajar lagi untuk menemukan character di setiap foto saya. Wah kayaknya kok high skies gini ya...tapi tidak ada salahnya kalo kita mulai mencoba sehingga foto kita akan lebih bermakna dan tidak asal bagus dan bagus aja.
Menurut saya kita dapat memulai proses pencarian character dalam setiap foto kita dengan langkah sebagai berikut:
1. Memahami teknis fotografi dalam segala aspek (teknis pemotretan, komposisi, pencahayaan, editing, dan printing.
2. Memahami kemampuan diri sendiri untuk kemudian menentukan kita mau kemana? Dalam hal ini mungkin kita perlu memfokuskan pada konsep natural atau digital imaging. Kemudian seterusnya bagaimana kita dapat mengeksplorasi ke naturalan foto kita atau jika kita hendak berkreasi dengan digital imaging kita hendaknya juga menentukan yang bagaimana yang kita kehendaki (tentunya sesuai dengan kemampuan kita).
3. Konsisten dengan apa yang kita kerjakan, umumnya jika kita melihat foto orang lain kita cenderung untuk bisa melakukan apa yang
orang lain lakukan. Hal ini tidak salah tapi hendaknya kita batasi atau kita perlebar ruang lingkupnya dengan membuat yang lebih baik.
4. Banyak belajar dari orang lain atau istilah lainnya adalah benchmarking. Hasil dari benchmark tersebut dapat kita jadikan dasar
untuk proses pembentukan character kita.
5. Fokus!!!! Seorang pelukis seperti Van Gogh, Dali, Rembrant, Monet, Da Vinci, Picasso, Affandi, Basuki Abdullah adalah contoh nyata
bagaimana mereka mampu menciptakan character dalam setiap lukisannya.
6. Do it now!! Jangan cuman bikin konsep terus menerus, tapi perbanyak praktek untuk membantu menemukan character kita.
Mungkin ini saja yang ingin saya share, saya baru join di site ini dan kagum dengan hasil karya photographer2 sekarang. Mohon maaf bila ada kata yang kurang berkenan, saya cuman ingin berbagi. saya juga masih dalam proses pencarian, belajar, dan belajar. Semoga 6 rukun iman photographer tersebut dapat membantu rekan-rekan untuk terus ikut memberi warna dunia photo di Indonesia.

saya sungguh terkagum- kagum dengan photographer ^_^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar